Aneka Permainan yang Mendukung Perkembangannya Bagian 2

Agar suasana bermain lebih meriah, pilihlah kereta yang mengeluarkan bunyi ketika sedang ditarik atau tambahkan bel/kerincingan yang menimbulkan bunyi saat digerakkan. Permainan menarik ini akan menstimulasi keterampilan motorik kasar batita khususnya keterampilan berjalan. Selain itu juga menstimulasi keterampilan motorik halusnya, karena harus menarik tali agar keretanya bergerak.

3. Bermain di rak/etalase. Manfaat: * Menstimulasi keterampilan motorik kasar dan halus. * Melatih koordinasi tangan dan mata. * Mengembangkan kemampuan kognitif, visual, dan emosional. * Mengembangkan nilai karakter kemandirian, tanggung jawab, dan kedisiplinan. Cara Bermain: Gunakan rak setinggi 30—45 cm sehingga dapat dimanfaatkan anak untuk membantunya berdiri atau menopang tubuhnya. Anak juga dapat berpegangan pada rak/etalase tersebut. Orangtua mencontohkan cara mengambil atau meletakkan berbagai barang mainan yang ada di atas rak dengan mandiri. Bila memungkinkan, rak tersebut diberi gambar/foto bendanya untuk mengajarkan pengelompokkan atau mencocokkan benda. Perhatikan: # Gunakan rak yang kuat dan stabil. # Pengawasan dan pendampingan orangtua selama bermain.

4. Merawat diri. Manfaat: * Menstimulasi keterampilan motorik kasar dan halus. * Menstimulasi kemandirian. * Mengembangkan nilai karakter kepedulian pada diri sendiri dan tanggung jawab. Cara Bermain: Aktivitas menolong diri sendiri yang paling disenangi oleh batita adalah mengenakan dan mencopot pakaian.

Untuk memudahkan, pilihkan busana yang memang mudah dikenakan. Misal, lengannya lebar dan garis lehernya rendah. Sedangkan untuk celana yang menggunakan retsleting. Ajarkan juga cara memakai dan melepas sepatu. Pilihkan sepatu dengan perekat (velcro) yang dapat dibuka dan ditutup. Sampaikan juga cara menyisir rambut dan berbagai keterampilan merawat diri sederhana lainnya, seperti: mencuci tangan, membuang ingus, menggosok gigi, dan lain-lain.

Untuk menarik perhatian anak, contohkanlah aktivitas ini sambil bermain. Misalnya: bermain peran, sambil bernyanyi, bermain cilukba atau bercerita tentang akibat tidak merawat diri dengan bermain panggung boneka, dan lain-lain.

Selain perkembangan fisik dan motorik tentunya tak kalah penting adalah masalah bahasa. Agar anak juga memiliki kemampuan berbahasa asing berikan ia pelatihan tambahan di lembaga bimbingan belajar bahasa Jerman di Jakarta.

Author: Slamet