BPBDVerifikasi 32.800 Rumah

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat, Muhamad Rum, mengatakan sudah melakukan verifikasi terhadap 261 bangunan dari 972 bangunan fasilitas publik yang rusak. Verifikasi juga sudah dilakukan terhadap 32.800 unit rumah yang terdiri atas 11.400 rumah rusak ringan, 3.600 rusak sedang, dan 17.800 rusak berat. Menurut Rum, tidak hanya melakukan verifikasi, pemerintah sudah mulai melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan. Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi telah dilaksanakan pada 56 unit bangunan yang terdiri atas 41 sekolah, 4 masjid dan musala, 3 pasar, dan 8 rumah sakit atau puskesmas. Depo-depo bangunan di tingkat kecamatan, dia mengungkapkan, juga akan segera dibuka untuk memudahkan distribusi material konstruksi. “Dibuka pekan ini dalam jumlah yang cukup banyak dan harga terjangkau, dikoordinasi oleh Kadin NTB,” ucapnya.

Begitu pula unit rumah contoh dengan teknologi rumah instan sederhana sehat (risha) yang tahan gempa telah dibangun di 20 titik lokasi sebagai contoh bagi masyarakat. Rum menjelaskan, rehabilitasi dan rekonstruksi rumah ditargetkan selesai dalam waktu enam bulan dengan cara swakelola dan gotong-royong, didampingi oleh para relawan dan fasilitator, insinyur muda, dan mahasiswa teknik. “Sedangkan untuk fasilitas publik akan diserahkan dan dikerjakan oleh BUMN karya bekerja sama dengan kontraktor lokal,” kata dia. Wali Kota Mataram Ahyar Abduh kemarin meninjau kelayakan gedung-gedung sekolah di wilayahnya. Dia menemui para siswa dan guru untuk memastikan proses belajar-mengajar tetap berjalan baik dan lancar. Ahyar berujar, meskipun gempa sudah berlalu beberapa pekan, sejumlah ruangan sekolah belum dapat digunakan lagi untuk kegiatan belajar-mengajar. “Namun proses belajar-mengajar tetap berjalan baik di luar ruangan dengan menggunakan tenda,” kata Ahyar. Sejauh ini pemerintah sudah mengucurkan bantuan dana rekonstruksi kepada pemilik 5.293 rumah yang telah diverifikasi. Pemerintah menetapkan rumah yang rusak berat mendapat bantuan Rp 50 juta per unit, rusak sedang Rp 25 juta, dan rusak ringan Rp 15 juta.

Author: Slamet