Founder Komunitas Peri Kertas

BERAWAL DARI SECARIK KERTAS

Sejak SMA, lelaki bernama lengkap Reza Mahmud Rauf alias Rauf Raphanus (30) ini sudah tertarik dengan papercraft karena ia menyukai matematika, khususnya geometri. Ditunjang dengan kegemarannya mengoleksiminiatur, ­figur, dan replika, akhirnya mengantarkan dirinya bertemu dengan papercraft, yaitu seni membentuk kertas menjadi sebuah replika.

Alasan lain suami dari Putri Ayu Pratami (28) ini menyukaidan akhirnya menekuni papercraft, “Selain unik, papercraft juga memanfatkankertas sebagai media kreatif. Beda dengan yang selama ini kita kenal diIndonesia, kertas hanya dijadikan komoditas nonaktif.” Dengan terjun dan mendalami papercraft, Rauf mempunyai harapan besar, seni lipat kertas bisaberkembang di Indonesia, sehingga akan ada lebih banyak lagi orang-orang kreatif yang lahir melalui seni kertas. Untuk mewujudkan impiannya, Raufmembentuk forum diskusi online.

Dari situ dirinya semakin semangat, sebab animo masyarakatIndonesia ternyata begitu besar. “Akhirnya tahun 2009, dengan beberapa teman,sepakat me mbuat wadah khusus pencinta papercraft di Indonesia, yaitu komunitas Peri Kertas (www.perikertas. com).” Dari situ, lanjutnya, Peri Kertas terusberkembang hingga membentuk forum di media sosial.

Hingga saat ini, sudah terbentuk lebih dari 30 regional komunitas Peri Kertas di seluruh Nusantara, dengan anggota kurang lebih 10.000 orang yang terdiri atas segala latar belakang pendidikan, pekerjaan, dan usia.

DARI BISNIS HINGGA PENDIDIKAN

Selain sebagai hobi yang menarik, papercraft dapat dimanfaatkan untuk keperluan bisnis. Salah satunya, menjadi alat marketing kreatif. Dari sinilah asal usul lahirnya “Ichinogami Creative Design and Papercraft”, yaitu tim profesional dari Peri Kertas. “Tim ini bertujuan menyalurkan potensi kreatif anggota komunitas dalam bidang papercraft.”

 Jadi, lanjut lulusan Teknologi Pangan IPB ini, Ichinogami sudah berpandangan bisnis, tidak hanya sekadarsebuah hobi. Selain berkerja sama dengan berbagai perusahaan untuk tujuanpromosi dan marketing, Ichinogami juga mempunyai program pendidikan dan edukasidengan papercraft untuk anak dan orangtua. 

Soalnya, papercraft mempunyai manfaat bagi anak dan orangtuanya. Contoh, papercraft bisa mengasah motorik halus, mengembangkan dayalogika berpikir dan matematis, mengasah daya imajinasi, kreativitas,konsentrasi, kesabaran dan ketelitian.

Sedangkan bagi orangtua, dengan kegiatan papercraft bersama anak dapat membangun aktivitas sederhana tapi menyenangkan bersama anak.“Merakit papercraft bersama di waktu senggang dapat dilakukan dengan cara pembagian pekerjaan.

Contoh, pemotongan pola papercraft dikerjakan oleh ayah danibu, sedangkan pelipatan dan pengeleman dilakukan anak-anak,” papar juara 1Replika Laptop Si Unyil, Muri untuk Komunitas dalam Pembuatan papercraftter banyak.

HOBI & AKSI SOSIAL BERBUAH EMAS

Karena manfaatnya begitu luas, pria kelahiran Jakarta, 27 Oktober 1984 ini, tak bosan-bosannya menyosialisasikan papercraft dengan banyak cara: lewat media sosial, media cetak dan elektronik, hingga pameran serta berbagai event off air lainnya. “Sebagai contoh, beberapa regional PeriKertas mengadakan pameran setiap minggunya di Car Free Day.

Mereka membagikan papercraft secara gratis kepada masyarakatdan mengajarkan cara membuatnya,” kata Rauf. Setiap orang yang mendapatkan papercraft tersebut dapat membawa pulang hasil yang telah dirakitnya.

Ichinogami juga rutin melakukan aksi sosial dengan workshop papercraft ke beberapa rumah singgah, rumah yatim piatu, dan sekolah diberbagai kota di Indonesia, seperti sekolah gratis Ullil Al Bab yang bertempatdi Parung, Bogor pada 2013.

“Workshop ini untuk memberikan wawasan sekaligus pengenalan papercarft. Kegiatan ini selain seru juga bisa dijadikan sebuah hobi yang murah dan menyenangkan.” Workshop papercraft yang kerap diselenggarakan, baik atasinisiatif sendiri maupun permintaan orang lain ini, juga menawarkan ilmupraktis dalam memanfaatkan kertas sebagai bahan yang dapat menghasilkan secara ­nansial. Hal ini sudah dibuktikan oleh Rauf.

“Karena itulah, saya pribadi sangat senang untuk sharing ilmu dan pengalaman mengenai hal ini pada banyak orang.” Tapi paling penting,lanjut Creative Director Ichinogami Creative Design and Papercraft ini, lewat papercraft dan Komunitas Peri Kertas kita bisa mendapatkan banyak teman dan keluarga dengan hobi dan kecintaan yang sama, sehingga silaturahmi terusterjaga.

Author: Slamet