Jakarta – Bekasi Dibanjiri Hunian Tinggi

Setahun belakangan ini, Bekasi terus menjadi buah bibir hampir di semua media sosial. Sayangnya, bukan hal positif yang dibicarakan banyak orang mengenai Bekasi, melainkan bully-an. Penyebabnya, ternyata muncul dari berbagai permasalahan sosial yang ada di Bekasi saat ini. Mulai dari kemacetan, suhu udara yang sangat panas, jalan berlubang, banjir, penataan kota yang tidak terencana, dekat dengan kawasan industri, hingga masalah-masalah lain.

Lihatlah Secara Proporsional

Kawasan Bekasi memang punya sisi minus. Tetapi, jangan melupakan sisi positifnya juga. Jarak yang relatif dekat dengan Jakarta, akses tol yang banyak, fasilitas yang lengkap, dan adanya jalur kereta api, membuat Bekasi justru diminati. Bahkan, ada banyak orang yang masih bermimpi tinggal di Bekasi.

Kenyataan ini yang membuat pengembang besar maupun kecil tidak ragu untuk berinvestasi di tempat ini. Ada 3 pengembang besar yang menanam modal di tempat ini, yaitu Summarecon Bekasi, Kota Harapan Indah, dan Pembangunan Perumahan (PP). Ketiga pengembang ini membuat Bekasi seakan menjadi kota baru.

Ini tak terlepas dari luas lahan yang mereka kembangkan, yaitu Summarecon Bekasi seluas 240Ha, Kota Harapan Indah seluas 2.200Ha, dan PP melalui Grand Kamala Lagon seluas 29Ha. Ketiga pengembang ini membuat properti Bekasi semakin “memanas”. Apalagi, ketiganya berlokasi di tempat strategis, dekat akses tol, dan dekat jalur KRL.

Apartemen Semakin Menjamur

Pertarungan properti di Bekasi, khususnya di sekitar KRL Jakarta Bekasi tidak seleluasa tempat lainnya. Padatnya bangunan di sepanjang jalur KRL ini membuat banyak pengembang melakukan strategi berbeda. Pengembang banyak yang beralih ke bisnis properti hunian tinggi, seperti apartemen. Sebut saja Kota harapan Indah dan Summarecon, yang kini mulai merambah ke bangunan apartemen.

Sementara PP, dari awal pembangunan memang sudah merencanakan kompleks apartemen yang komplet. Pertarungan apartemen tak hanya melibatkan pengembang kelas besar. Pengembang kelas menengah ke bawah juga mulai terjun ke dunia apartemen. “Dua sampai tiga tahun belakangan ini properti Bekasi lebih banyak didominasi apartemen dibanding perumahan. Alasannya jelas, lahan yang terbatas,” ucap Ferry Salanto, Associate Director Research Colliers International Indonesia.

Tak hanya di sepanjang jalur kereta, tetapi proyek apartemen sudah merambah hingga Bekasi Timur. Walau begitu, jika Anda masih mengimpikan tinggal di rumah, tak perlu khawatir, Bekasi masih masih punya stok rumah di jalur KRL Jakarta Bekasi. Untuk lebih lengkap mengenai properti Bekasi, baca liputan khusus ini hingga tuntas.

Hunian tinggi seperti apartemen tentunya juga dilengkapi dengan sebuah genset sebagai sumber listrik cadangan. Harga genset untuk apartemen yang murah bisa didapatkan dari Suplier jual genset silent Mitsubishi 100 Kva. Karena disana memberikan harga diskon dan bergaransi.

Author: Slamet