Jokowi Sempat Incar Najwa dan Nadiem

JAKARTA — Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin secara resmi mengumumkan pengusaha Erick Thohir sebagai ketua tim kampanye nasional. Jokowi menilai pendiri Mahaka Group—bisnis media dan hiburan—tersebut akan melengkapi struktur tim pemenangannya yang telah banyak diisi politikus senior partai koalisi. “Sehingga ketua umumnya kami berikan kepada profesional muda,” kata Jokowi di Posko Cemara, Jakarta Pusat, kemarin. Bagi Jokowi, kampanye bukan hanya urusan berpolitik. “Ini urusan manajemen, mengelola kampanye,” ujarnya. Penunjukan Erick melengkapi struktur tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf yang lebih dulu tersusun pada medio Agustus lalu. Pencarian sosok ketua tim kampanye ini melalui proses panjang dan menyisir banyak calon.

Komposisi tim pemenangan wajib disetorkan ke Komisi Pemilihan Umum sehari sebelum masa kampanye dimulai pada 23 September mendatang. Sumber Tempo yang mengetahui proses penunjukan itu mengungkapkan, sebelum memilih Erick, Jokowi terlebih dahulu menawarkan posisi tersebut kepada presenter Najwa Shihab dan pendiri Go-Jek, Nadiem Makarim. Keduanya dikontak secara terpisah. Najwa beberapa kali diundang ke Istana. Sejumlah sumber mengatakan, kepada tamunya, Jokowi menyatakan ingin bertindak di luar kebiasaan dengan menunjuk ketua tim sukses dari kalangan muda nonpartai. Najwa disebutkan menolak permintaan itu dengan alasan keluarga. Kalangan Istana pun menghubungi sejumlah kerabat mantan jurnalis Metro TV tersebut. Najwa berkukuh menolak memimpin tim sukses Jokowi. Dihubungi kemarin, Najwa tidakbanyak berkomentar. Ia mengatakan masih tetap seorang jurnalis yang ingin membesarkan perusahaan digital barunya. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Eriko Sotarduga, membenarkan bahwa Nadiem, Najwa, dan Erick telah lama diincar. Selain ketiganya, ada nama Wishnutama, Direktur NET Mediatama Televisi. Mereka diharapkan bisa menggaet suara dari kalangan muda. “Beliau (Erick) bersama-sama dengan beberapa nama lain sudah digadang untuk menjadi calon ketua tim kampanye,” kata Eriko. Menurut Eriko, pilihan semakin condong ke Erick setelah pengusaha berusia 48 tahun itu dinilai sukses memimpin panitia pelaksana Asian Games 2018. Adapun Erick mengaku ditawari posisi itu sejak 20 Agustus lalu, sehari sebelum sembilan sekretaris jenderal partai koalisi menyerahkan struktur tim kampanye ke KPU. Ia memutuskan menerima karena sosok Jokowi

Author: Slamet