Memancing Di Kolam Besar

Sejarah kesuksesan kecil ditulis Carsten Kisslat pada Facebook. Bersama dengan tim developer Robot Riot yang beranggotakan 5 orang, game designer berusia 41 tahun tersebut meluncurkan “The Fishing Club 3D” pada Facebook. Sebuah game memancing dengan prinsip Free-to-Play. Tak perlu membayar untuk ikut serta dalam game tersebut. Namun untuk mendapat aksesori tambahan, player harus maju lebih cepat. Langkah yang mereka lakukan tidak mudah.

Di saat yang sama, kompetitor mereka sangat menanti pendapatan besar dari Apple App Store. “Namun, ini memang keputusan yang benar-benar tepat,“ ujar Kisslat. Jaringan pertemanan Facebook menguntungkan mereka. Di kalangan developer pengelolaan iklan di Facebook cukup baik. “Modal pertama kami untuk anggaran marketing hanya berupa voucher 40 dollar AS untuk beriklan di Facebook. Akhirnya, modal tersebut balik 400 dollar AS yang kemudian kami investasikan kembali seluruhnya untuk marketing.“

Dibandingkan dengan platform lain, pengalihan market dari publik ke pengguna Facebook cukup menjanjikan. Sistem penampilan iklan milik Facebook begitu andal sehingga dapat menarik minat para penggemar mancing, yang sebelumnya pernah mengeluarkan uang untuk game Facebook. Ini mengurangi spreading loss dan juga biaya marketing. “Di Facebook, kami mengeluarkan uang paling tidak satu dollar AS untuk setiap pemain game baru, sedangkan di App Store mereka malah membayar lebih dari itu,“ kata Kisslat.

Perlakukan pengguna lama juga lebih baik di Facebook karena jaringan pertemanan yang erat. “Berkat usaha Facebook yang sangat efektif berkampanye, pemain yang tidak aktif kembali bermain. Umumnya setelah mereka melakukan update.“ Facebook juga memperoleh keuntungan dari keberhasilan Kisslat. Jaringan tersebut mendapat bagian 30 persen, sisanya dikirim ke rekening perusahan Robot Riot per dua minggu.

Kenyamanan inilah yang menjadi sisi negatifnya, terutama ketergantungan terhadap aturan dari Amerika yang membuatnya agak terganggu. Selalu ada perubahan dalam sistem yang mempengaruhi bisnis tersebut, yang baik maupun buruk. Walau demikian, baginya Facebook tetap merupakan bisnis yang bagus. Lebih dari 80.000 orang berlomba-lomba untuk mencari “ikan paling gemuk” dalam permainan virtual tersebut. Langkah selanjutnya menjadi sangat menguntungkan terutama bagi tim mereka berlima

Author: Slamet