Menciptakan Developer Game yang Andal

prospek industri game sangat menjanjikan. Namun bagaimana menciptakan developer game yang andal? hal inilah yang dijawab oleh USBi dengan menawarkan mata kuliah computer games technology. Dalam jagat hiburan, game komputer menjadi salah satu in dustri yang terus berkembang. Bagaimana tidak, perhati kan di warnet sepanjang jalan tempat Anda tinggal. Lihat berapa banyak warnet yang menyediakan fasilitas game online bagi konsumennya. Mulai dari anak-anak hingga– orang dewasa pun seakan “kecanduan” memainkan game online yang ditawarkan di warnet-warnet tersebut. Dengan terus berkembangnya industri game hingga saat ini, kita pun dapat mengartikan bahwa industri ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan.

Berdasarkan hasil riset Gartner pada Oktober 2013 yang meriset pendapatan video game mulai 2012 hingga 2013 dan prediksi 2014 hingga 2015, seluruh game, antara lain segmen konsole, game PC, game mobile, dan handheld video game mengalami pertumbuhan. Melihat ekspansi game impor ke tanah air, kita pun bertanya bagaimana perkembangan industri game lokal. Sejauh ini pengembang game lokal belum begitu banyak. Minimnya pengembang lokal disinyalir karena industri video game masih dipandang sebelah mata. Hal ini juga yang dilihat oleh Teddy Mantoro, Dean of Faculty of Science and Technology Universitas Siswa Bangsa Internasional, dalam kunjungannya ke redaksi CHIP beberapa waktu lalu.

Industri gaming mobile pun saat ini juga cukup berkembang. Khususnya untuk iphone yang dinilai lebih prospektif dan menguntungkan. Hal ini di karenakan harga iphone yang menyasar pengguna menengah keatas. iPhone di anggap sebagai salah satu perangkat yang bisa meningkatkan status sosial

Studi tentang game

Potensi industri game yang cukup menarik dan didorong untuk menciptakan developer game yang mumpuni, membuat USBI menyediakan studi tentang game (computer games technology). Satu hal yang menarik, mengingat sejauh ini belum ada universitas di tanah air yang fokus memberikan studi seperti yang ditawarkan USBI. Kehadiran USBI dengan tawaran studi seperti ini tentunya menarik bagi mereka yang inin mengembangkan kemampuan dalam menciptakan atau menyelami lebih dalam industri game. Mungkin bisa dikatakan bahwa inilah yang ditunggu-tunggu oleh pengembang game di tanah air. Inisiatif yang dilakukan USBI seperti ini patut mendapat dukungan, apalagi saat ini Indone sia sedang gencar-gencarnya mengembangkan industri kreatif, khususnya yang berbasiskan digital.

Game harus memiliki daya “kejut”

Saat ditanya kiat-kiat apa saja yang perlu diketahui oleh mereka yang ingin mengembangkan industri game di Indonesia, Teddy mengatakan bahwa ada tiga hal yang perlu diketahui jika sebuah game ingin dikembangkan di pasar. Pertama, game harus mengangkat sesuatu yang baru. Yang kedua adalah bahwa game harus memberikan value baru, artinya bagaimana game tersebut memiliki daya “kejut” sehingga dapat membuat orang terkesima. Dan yang ketiga adalah game harus memberikan jalan hidup baru. Maraknya pembajakan game di tanah air yang masih sulit disingkirkan juga sempat dibahas. “Ada dua hal pendekatan dalam mengantisipasi pembajakan yaitu awareness dan technical. Dari sisi awareness adalah memberikan penyadaran ke masyarakat, seperti dalam bentuk kampanye-kampanye tertentu lewat media, seperti televisi dan sebagainya,” kata Teddy.

Harapan baru

Industri game bukan lagi industri yang bisa dipandang sebelah mata. Dan ini sudah terbukti. Kehadiran USBI yang menawarkan studi tentang game ini dirasakan memberikan harapan akan berkembangnya industri game di tanah air suatu saat nanti. Sehingga mudah-mudahan ke depannya, kita tidak lagi hanya mengkonsumsi game-game impor tapi juga semakin banyak mengekspor gamegame buatan sendiri

Author: Slamet