Menguak Prospek Bisnis Property

Ingin membeli hunian atau berinvestasi di dunia properti? Ada baiknya Anda amati terlebih dahulu prospek properti di kuartal akhir tahun ini berdasarkan riset para pengamat properti. Sektor ekonomi yang masih melemah terus memberikan pengaruh pada perkembangan sektor properti. Perlambatan sektor properti pada kuartal ketiga tahun 2015 ini ditandai oleh beberapa hal.

Salah satunya adalah rendahnya angka penjualan pada hunian kelas menengah ke atas, terutama kondominium dan rumah mewah. Kondisi inilah yang menuntut para pengembang untuk melakukan strategi baru. Ferry Salanto, Associate Director & Research dari konsultan properti Colliers, mengungkapkan bahwa penurunan penjualan tidak hanya pada hunian kelas menengah ke atas. Pengembang kelas menengah bawah sudah merasakan dampaknya walau tidak sebesar kelas menengah atas.

“Konsumen saat ini enggan membeli karena mereka memilih mengalokasikan dana yang mereka miliki untuk kebutuhan sehari-hari yang penting,” ucapnya. Hanya, Ferry menyakini bahwa penurunan ini hanya akan berlangsung dalam jangka pendek. “Seiring dengan bertambahnya infrastruktur maka akan penjualan nantinya akan meningkat,” kata Ferry.

PENGEMBANG, ATUR STRATEGI ULANG

Menghadapi penurunan penjualan tersebut, banyak pengembang yang mengatur siasat agar tetap bisa menjual produknya. Di kelas atas, para pengembang mulai menjual apartemen semi furnished, bukan fully furnished. Biaya yang dikeluarkan oleh pengembang untuk membuat apartemen semi furnished tentu lebih rendah dibanding membuat fully furnished. Dengan begitu, pengembang bisa menjual dengan harga yang lebih rendah.

Selain itu, untuk semua kelas, beberapa pengembang banyak memberikan promo menarik, seperti memberi kemudahan dalam pembayaran Down Payment (DP) atau memperpanjang waktu jangka waktu pembayaran agar biaya yang harus dikeluarkan konsumen per bulannya murah. “Jika diperhatikan, dengan banyak pengembang yang memberi kemudahan transaksi terhadap para konsumennya, bisa dibilang sebuah keuntungan,” ucap ferry.

KONSUMEN, TAK PERLU “NAFSU”

Walau terlihat menguntungkan, Vivin Harsanto, Head of Advisory di konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL), mengungkapkan bahwa Anda tidak perlu terburu-buru memutuskan membeli. Anda tetap harus menghitung secara cermat biaya yang dikeluarkan baik untuk bayar DP maupun cicil ke depannya. Selain itu, Anda juga harus menentukan waktu yang tepat untuk membeli properti. “Sebagai konsumen, sebaiknya Anda perlu menunggu momen harga properti menurun sebelum membeli,” kata Vivin.

Di sisi lain, kenapa Anda tidak perlu bernafsu membeli properti adalah karena dengan sedikitnya orang yang membeli properti, Anda jadi punya banyak pilihan dan tidak perlu berebut hunian yang disukai. Ya, pembangunan rumah dan apartemen yang terus menjamur, sementara pembelinya sedikit, membuat Anda bisa santai mengamati properti mana yang menurut Anda terbaik. Jika sudah yakin, baru membeli. Intinya, Anda sebagai konsumen harus berpikir cerdas, jangan gegabah.

Salah satu yang dibutuhka untuk rumah adalah sumber listrik cadangan yaitu genset. Sebuah genset sangat bermanfaat sekali untuk rumah pada saat terjadi pemadaman listrik dari PLN. Untuk mendapatkan harga genset yang murah bisa membelinya di toko suplier resmi genset silent 750 Kva di Malang. Salah satu suplier resmi genset silent di Malang adalah PT. Rajawali Indo yang memberikan harga diskon disetiap pembelian unit baru.

Author: Slamet