Menikmati Keindahan Pulau Weh di Sabang

Menikmati Keindahan Pulau Weh di Sabang

Menikmati Keindahan Pulau Weh di Sabang – Dengan memiliki banyak pulau yang tersebar mulai dari Sabang hingga Merauke membuat Indonesia punya identitas sebagai negara kepulauan. Soal keindahan, setiap pulau memiliki keistimewaannya tersendiri. Pulau Weh yang terletak di bagian barat Indonesia ini menjadi salah satunya. Banyak orang mengidam-idamkan pulau seluas 156,3 kilometer persegi yang menyimpan banyak rahasia keindahan di sekelilingnya. Pulau Weh memang mewakili kekuatan dan kekayaan alam Tanah Air. Panoramanya mampu membuat siapa pun yang datang terpesona akan keindahan pulau yang terletak di ujung barat Indonesia ini.

Pukul 12 siang saya mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Nangro Aceh Darussalam setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua setengah jam penerbangan dari Jakarta. Dari bandara saya menuju ke pelabuhan. Sesampainya di sana saya tidak bisa langsung menyeberang, karena hanya ada dua kali jadwal penyeberangan ke Pulau Weh, yaitu pukul 10 pagi dan 4 sore. Saya pun harus menunggu jadwal penyeberangan yang terakhir. Dari pelabuhan Ulee Lheu saya menggunakan kapal feri untuk melanjutkan perjalanan. Tiket kelas eksekutif seharga 90 ribu sudah di tangan, saya siap menyeberang menuju Pulau Weh. Melihat pulau dan luasnya lautan membuat rasa ketidaksabaran saya semakin memuncak.

Ingin secepatnya sampai di sana. Setelah 1 jam perjalanan laut akhirnya saya tiba di Pelabuhan Balohan, Pulau Weh, Sabang. Lagi-lagi saya dijemput oleh mobil yang akan mengantar ke daerah Pantai Iboih. Dalam perjalanan darat trek yang dilalui sangat berliku-liku dan naik turun. Hamparan pepohonan di kiri-kanan sepanjang jalan membuat saya begitu takjub dengan pulau ini. Pulau Weh memang masih sangat kental dengan hutan dan hewan liar seperti monyet dan babi hutan.

Sesampainya di Pantai Iboih ternyata perjalanan belum berhenti. Untuk menuju ke Iboih Inn Resorts yang akan menjadi tempat singgah saya, ternyata harus menggunakan boat karena letaknya persis berada di pinggir tebing dekat laut. Ketika menuju ke tempat penginapan jernihnya air membuat mata terperangah tak berkedip, memperhatikan dan menerawang hingga dasar laut. Saya dapat melihat ikan-ikan yang berwarnawarni saling berkerumun dan mencari makan di sekitar koral. Hari semakin sore, saya benar-benar menikmati keindahan pemandangan dari resort ini.

Saat di resort saya menyempatkan diri untuk ngobrol-ngobrol dengan penjaga resort ini. Banyak sekali hal yang kami bicarakan,namun yang membuat saya senang ketika penjaga resort mengatakan, setiap tamu yang menginap di tempat ini dapat menikmati waktu santainya kapan saja selama seharian penuh tanpa terganggu listrik mati sebab resort ini memiliki genset khusus.

Penjaga juga mengatakan dia tau dimana tempat jual genset yanmar murah di Sabang, barang yang dijual asli dari Jepang dan ada garansinya selama 2000 jam atau 1 tahun.

Biota Laut dan Pesisir Pantai
Pagi-pagi, dering alarm membangunkan saya untuk segera bangkit dari tempat tidur. Sejuknya udara pagi yang menyatu dengan desiran ombak dan pancaran cahaya matahari membuat semakin bersemangat. Sesuai yang telah direncanakan, di hari kedua saya akan bersnorkeling dan diving. Sayang sekali bila berlibur di Pulau Weh tidak mencoba kedua aktifitas tersebut. Biota-biota di pulau ini sudah sangat terkenal keindahannya. Ya, saya telah membuktikannya ketika melihat secara langsung pemandangan bawah air pulau ini, terlebih ke lokasi yang lebih dalam lagi.

Esok harinya saya menelusuri pantai-pantai yang ada di Pulau Weh. Sebenarnya banyak sekali tempat-tempat wisata yang tersedia di sini, seperti wisata bawah laut, pantai, air terjun, monkey area dan benteng-benteng peninggalan penjajah. Namun dari kesemua tempat wisata tersebut yang paling menonjol adalah wisata bawah laut dan pantainya. Pantai yang pertama saya kunjungi yaitu Pantai Sumur Tiga yang letaknya berada di Kecamatan Sabang, tepatnya di daerah Lemeulee. Menurut abang ojek yang merangkap sebagai pemandu, naik motor dari Iboih ke Pantai Sumur Tiga itu perlu waktu 45 menit.

Author: Slamet