Model Bisnis Facebook

Kalau ada yang menjadi kaya raya karena Facebook, pastilah dia Mark Zuckerberg. Pada 18 Mei 2012 lalu, empat hari setelah ulang tahunnya yang ke-28, ia melepas saham perusahaannya ke publik dan menjadi penawaran perdana terbesar dalam sejarah Silicon Valley serta meraup banyak uang. Meski demikian banyak investor kemudian kecewa. Memang saham Facebook sempat naik tak lama setelah penawaran saham perdana, namun, harga saham kemudian anjlok. Dalam satu minggu investor kehilangan 14 miliar dollar AS. Disusul dengan adanya class action. Kondisi tersebut makin parah dengan respons masyarakat yang ketakutan akan Dotcom-Blase.

Euforia sosial media sudah lewat. Laporan keuangan pertama Facebook pun tak banyak membantu. Penjualan biasa, tak begitu menguntungkan dan pertambahan pengguna baru terlalu kecil. Satu tahun kepercayaan investor buyar. Dua tahun setelah penawaran umum perdana, ternyata keuntungan Facebook bertambah. Saham mereka teratas selama kurun waktu setahun. Investasi tumbuh dua kali lipat. Kekayaan Zuckerberg pun bertambah.

Diperkirakan kekayaan orang nomor satu di Facebook itu mencapai 29,4 miliar dollar AS. Setelah merilis laporan kuartal pada Juli 2013, Facebook menunjukkan kekuatannya sebagai mesin iklan yang menguntungkan. Dari volume penjualan sebesar 1,81 miliar dollar pada kuartal kedua 2013, pendapatan iklan mereka mencapai 88 persen. Seperempat pendapatan yang diterima iklan berasal dari perangkat mobile. Pasar iklan pada perangkat mobile memang masih menjanjikan.

Dibandingkan dengan kuartal yang sama di tahun lalu, omzet Facebook meningkat 53 persen lebih besar dan menghasilkan laba sebesar 333 juta dollar AS. Sebelumnya Facebook malah mencatat kerugian sebesar 157 juta dollar AS. Dari sisi jumlah pengguna, angkanya tetap tinggi. Jumlahnya seperlima lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Pengguna aktif di seluruh dunia mencapai 1,15 miliar (saat ini bahkan mencapai 1,28 miliar). Mark Zuckerberg tak terlena. Ia telah berjanji kepada para investornya bahwa semuanya masih hanya permulaan. Mereka masih punya rencana yang lebih besar lagi karena Facebook tidak hanya sekedar bisnis, melainkan bisnis yang fenomenal.

Author: Slamet