Susu Cegah Risiko Komplikasi Bagian 1

Ya, pada trimester 2 ini, mohon perhatikan asupan kalsium ya, Mam. Kebutuhan mamil akan kalsium (Ca) pada triwulan kedua ini semakin tinggi. Bahkan, pertambahan yang terjadi bisa mencapai 50% atau sekitar 1.200 mg per hari dari kebutuhan kalsium pada masa sebelum kehamilan yang hanya 800 mg per hari. Kalsium dibutuhkan untuk pembentukan gigi dan tulang janin, selain juga berperan penting untuk me lancarkan rangsangan pada saraf dan otot janin. Otomatis, proses pembentukan gigi dan tulang janin akan terhambat, jika mamil kekurangan kalsium.

Begitu pun rangsangan pada saraf dan otot janin jadi tak lancar.b Sementara pada mamil sendiri, kurang kalsium menyebabkan kesemutan, kejang, bahkan risiko osteoporosis lantaran janin mengambil kalsium dari cadangan tubuh Mama. Penelitian yang dilakukan WHO menunjukkan, bila mamil mendapatkan asupan kalsium yang mencukupi setiap hari, risiko komplikasi dapat dicegah dan bayi lahir meninggal dapat ditekan. “Komplikasi berbahaya, seperti: hipertensi berat dan lepasnya plasenta, sering terjadi pada mama hamil yang kurang asup an kalsium,” ungkap Dr. Villar, Direktur WHO bagian Maternal and Perinatal Health.

Penelitian melaporkan , dengan asupan kalsium mamil yang mencukupi, maka risiko komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan berkurang hingga 24% dan risiko mendapatkan bayi lahir meninggal berkurang hingga 30%. Karena itulah, mamil dianjurkan mengonsumsi setidaknya 1.000 mg kalsium setiap hari agar mamil dan janinnya terhindar dari berbagai risiko yang tak diinginkan tersebut. Kecuali terdapat data yang menunjukkan bahwa sebelum kehamilan, calon mama telah mengalami kekurangan asupan kalsium.

MAKANAN SEHARI-HARI & SUPLEMEN

Nah, dari mana mamil bisa memperoleh asupan kalsium? Sebenarnya mudah saja kok, Mam. Hanya dengan mengonsumsi makanan sehari-hari seperti sebelum hamil, bukan cuma kecukupan kalsium dapat terpenuhi, tetapi juga semua zat gizi yang dibutuhkan oleh mamil dan janinnya. Yang jadi persoalan, tak sedikit mamil mengalami masalah dengan konsumsi makanan dan pola makannya yang kurang terjaga baik. Selain juga, mamil cukup mengalami kendala, seperti sering merasa mual, mengalami morning sickness, dan nafsu makan menurun, terutama di trimester 1. Alhasil, kondisi tersebut berefek pula pada asupan makanan yang didapat mamil.

Nah, kurangnya asupan makanan berarti juga asupan gizi yang didapat tak sesuai yang dibutuhkan sehingga mamil berisiko mengalami kurang gizi. Padahal, seperti kita tahu, asupan gizi di masa kehamilan harus terjaga baik, bahkan mestinya “kualitas” kandungan gizinya terus meningkat dibandingkan saat trimester 1. Bila asupan gizi selama trimester 2 ini tak mencukup i sesuai kebutuhan, mamil berisiko mengalami berbagai hal.

Di antaranya: darah tinggi pada kehamilan (preeklamsia) karena kurang mendapat makanan yang mengandung zat antioksidan, seperti: sayuran dan buah. Waspadai, preeklamsia menjadi salah satu penyebab kematian ibu paling banyak. Lantaran itulah, untuk memastikan cukupnya kebutuhan gizi mamil, biasanya dokter akan memberikan suplemen. Ada dua jenis suplemen, yaitu susu dan kapsul (atau sediaan obat lainnya). Keuntungan susu dibanding sediaan kapsul ialah adanya tambahan kalori yang berupa protein, lemak, karbohidrat, dan beberapa zat gizi lain. Selain itu, kalsium dari susu lebih mudah diserap dibandingkan tablet kalsium.

baca juga artikel lanjutannya di https://solotravelblog.org/susu-cegah-risiko-komplikasi-bagian-2/

Author: Slamet