Tim Teknis Dampingi Warga Lombok Membangun Rumah

MATARAM — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyiapkan tim untuk membantu warga memperbaiki rumah yang rusak terkena gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, sepanjang Juli-Agustus lalu. Menteri Pekerjaan Umum Basoeki Hadimoeljono mengatakan pendampingan dilakukan agar rumah yang dibangun sesuai dengan keinginan masyarakat tapi tetap tahan gempa. “Didampingi terus, gambar-gambar juga kami sampaikan untuk dipilih. Mudah-mudahan bisa mengakomodasi aspirasi masyarakat,” ujar Basoeki, kemarin. Ia mengimbuhkan, satu tim akan berisi sembilan personel yang terdiri atas pegawai Kementerian Pekerjaan Umum, mahasiswa, dan anggota TNI. Satu tim ditargetkan mengawasi perbaikan 100-150 rumah.

Menurut Basoeki, pembangunan rumah rusak akan dikerjakan dengan sistem rekompak (rehabilitasi konstruksi berbasis kepada masyarakat). Ia menuturkan, sistem ini pernah digunakan dalam perbaikan rumah rusak saat bencana erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta. “Supaya lebih cepat, masyarakat tidak menonton, juga ikut bekerja. Itu mekanisme,” ucapnya. Basoeki mengungkapkan, tim pendamping juga akan mengarahkan masyarakat agar membangun rumah dengan sistem rumah instan sederhana sehat (risha) yang tahan gempa. “Syaratnya satu, bangun rumah tahan gempa. Mau pakai kayu, mau pakai apa tak masalah, tapi strukturnya harus tahan gempa,” tuturnya. Pemilihan material bangunan menjadi perhatian karena banyak warga yang trauma membangun hunian dengan bahan batu bata atau batako. “Saat dialog antara Presiden dan masyarakat pada Ahad lalu, ada warga yang bertanya bagaimana kalau mereka membangun rumah bukan dengan batu bata atau batako,” ucap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei. Presiden Joko Widodo berharap perbaikan rumah rusak di Lombok bisa diselesaikan sebelum musim hujan tiba. “Kita berkejaran dengan waktu karena sebentar lagi musim hujan datang,” ujar Jokowi saat memberikan sambutan dalam apel Siap Siaga NTB Bangun Kembali di Lombok, kemarin. Presiden juga meminta para relawan siap sedia membantu masyarakat dalam proses perbaikan. “Saya titip ke saudara semuanya agar masyarakat dibantu dalam pembersihan dan pembangunan kembali,” katanya. Kementerian Pekerjaan Umum memperkirakan ada 78 ribu rumah yang rusak akibat gempa Lombok. Menteri Basoeki menuturkan, jumlah pastinya akan diketahui setelah verifikasi terhadap semua rumah warga yang terkena dampak selesai dilakukan. “Dari 78 ribu itu diverifikasi mana yang rusak berat, ringan, dan sedang,” ucapnya. Tempo mengamati, puluhan anggota TNI bersama masyarakat mulai membersihkan dan membangun kembali rumah warga di pusat Kota Pemenang hingga ke Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Komandan Satuan Tugas Gempa Lombok, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, optimistis pembersihan rumah dapat selesai sebelum musim hujan tiba. “(Pembersihan) fasilitas publik, seperti pasar, puskesmas, sekolah, masjid, atau musala, sudah mulai dikerjakan,” kata Rizal.

Author: Slamet