Tips Dalam Pemenuhan Gizi Anak Agar Sehat dan Cerdas

Seperti halnya orang dewasa, jadwal makan utama anak batita juga 3 kali sehari, yaitu pagi, siang, dan sore/menjelang malam. Kemudian, ditambah 2—3 kali pemberian makanan selingan di sela-sela jadwal makan utama, antara makan pagi-siang, siang-sore, dan malam (jika dibutuhkan). Selain itu, masih ditambah dengan 2 kali minum susu. Jadi, total frekuensi pemberian makanan untuk batita berkisar 7—8 kali sehari. Namun, ini bukanlah aturan baku lo, bergantung pada kebutuhan, aktivitas atau rutinitas yang dilakukan oleh si batita. Pembiasaan jadwal makan ini sebaiknya dilakukan sejak anak menerima MPASI atau di usia 6 bulan ke atas. Dengan begitu diharapkan pada usia 1 tahun anak sudah memiliki jadwal makan yang teratur. Tak hanya teratur, sebaiknya jadwal makan dilakukan pada waktu yang sama.

Jika jadwal makan pagi biasa pukul tujuh, usahakan setiap hari selalu sarapan pada pukul tujuh. Demikian pula dengan jadwal makan siang dan sore/malam. Kalau bergeser sebaiknya hanya kurang lebih sekitar 15 menit, jangan sampai bergeser hingga 1 jam karena akan membuat jadwal makan anak menjadi kacau.Selain mencermati jumlah makanan yang dikonsumsi, Mama hendaknya juga mampu memastikan makanan yang dikonsumsi memenuhi kriteria gizi seimbang. Pola gizi yang seimbang memiliki sumber energi yang diperoleh dari protein, lemak, dan karbohidrat yang bermanfaat untuk proses pertumbuhan.

Zat gizi yang terkandung dalam setiap bahan makanan yang dikonsumsi ketika dimetabolisme oleh tubuh saling bersinergi. Agar zat gizi tertentu dapat diabsorbsi dengan baik oleh tubuh membutuhkan zat gizi lainnya. Contohnya, zat besi (Fe) membutuhkan vitamin C agar dapat terserap dengan baik oleh tubuh. Hidrat arang membutuhkan vitamin B untuk proses metabolisme dalam tubuh. Sedangkan vitamin A adalah pelarutnya lemak. Hal lain yang patut diperhatikan adalah keberagaman bahan makanan yang diolah. Zat gizi setiap bahan makanan memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga dengan mengonsumsi bahan makanan yang bervariasi, kekurangan zat gizi pada satu bahan makanan dapat tertutupi oleh bahan makanan yang lainnya. Jadi, jenis makanan yang diberikan haruslah beragam dan seimbang antara komposisi karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral.

Author: Slamet