Tips Mengajarkan Suami dalam Mendidik Anak

Tips Mengajarkan Suami dalam Mendidik Anak

Ketika Papa telah me miliki keinginan un tuk terlibat dalam pengasuhan anak­­ dan urusan rumah tangga lainnya, perlu kita dukung, Ma. Jangan sampai niat tersebut menjadi urung karena ia merasa tak mampu melakukan hal­hal yang biasa dilakukan oleh kita. Denia menjelaskan, perempuan, terutama seorang ibu, secara naluriah dapat mengerti keadaan anak. Pasalnya, tak dapat dimungkiri keduanya berada dalam raga yang sama dalam periode waktu cukup lama. Hal tersebut merupakan anugerah alam yang kebanyakan terjadi pada semua makhluk hidup. Namun, bukan berarti ayah tidak dapat memiliki kemampuan yang sebanding dengan ibu. “Selama ayah mendapatkan bantuan dan kekuatan positif dari lingkungannya, terutama dari ibu dan sering dilakukan oleh ibu, ayah juga dapat tidak kalah cekatan dalam hal pengasuhan,” papar Denia. Nah, bentuk dukungan apa saja yang dapat Mama berikan kepada Papa? Berikut penjelasannya, Ma.

1. Beri Pujian.

Memberikan pujian sederhana saat Papa melakukan tindakan pengasuhan sekecil apa pun merupakan sala h satu cara yang dapat kita lakukan, Ma. Pujian ini tentunya akan membuat Papa bahagia dan lebih semangat lagi dalam belajar mengasuh si kecil.

2. Mencontohkan caranya.

Mama juga dapat memberikan contoh terlebih dahulu untuk hal­hal yang masih “gamang” dilakukan oleh Papa, kemudian memberikan kesempatan kepadanya untuk mencoba tanpa mengkritik berlebihan jika Papa masih perlu banyak latihan untuk melakukannya. Contoh, cara memandikan anak, cara memberikan ASI perah, memakaikan baju, dan semacamnya.

3. Ciptakan komunikasi positif.

Agar Papa memahami maksud Mama, ungkapkan dengan fokus pada inti permasalahannya. Pasalnya, menurut psikolog dari Clemson University Amerika Serikat, Robin Kowalski, Ph.D, sering kali perempuan cenderung emosional dalam mengungkapkan sesuatu, sehingga tidak langsung fokus pada apa yang ingin disampaikan yang membuat topiknya malah melebar ke hal­hal lainnya. Nada bicara dan pilihan katanya juga sebaiknya tak berkesan negatif atau mencela Papa, Ma.

4. Bantu Papa mengatasi masalah.

Kar ena Papa tak selihai Mama dalam mengasuh anak, ia pasti memiliki berbagai kendala. Apalagi di masa­masa awal mengasuh anak, karena ia belum terlatih dan memiliki pengalaman. Nah, sebaiknya Mama membantu Papa untuk mengatasi masalah yang sedang ia hadapi. Misalnya, ketika suami takut menggendong bayi yang baru lahir, merasa bingung harus melakukan kegiatan apa dengan anak, atau tidak yakin caranya benar dalam merawat anak. Tanyakan apa kendalanya, lalu bantu Papa mencari solusinya.

5. Biarkan Papa melakukan dengan caranya sendiri.

Sesekali boleh saja, Ma, membiarkan Papa mengasuh anak dengan caranya sendiri, ala laki­laki. Selama masih aman dan hasil akhirnya sama dengan cara yang Mama ajarkan, sepertinya sah­sah saja bila dilakukan dengan cara ala Papa. Percayalah, Papa juga mampu mengasuh anak sebaik Mama. “Selama tidak membahayakan kondisi anak, rasanya tidak perlu kritik yang sifatnya menjatuhkan karena nantinya akan menurunkan motivasi dan kepercayaan diri ayah dalam melakukan tugas tersebut kembali,” tam bah Denia.

6. Ajak Papa bersenang-senang.

Bagi Mama yang merasa suaminya belum tertarik untuk ikut terlibat mengasuh anak, mungkin Mama perlu mengajak Papa terlibat pada sesuatu yang ia kuasai. Contohnya, Ma, bila Papa merupakan seseorang yang pandai memainkan alat musik, cobalah ajak si kecil untuk ikut bermain musik bersama Papa dan libatkan ia untuk mengajarkan hal tersebut pada anak. Atau sekadar bersenang­senang bersama juga boleh saja, Ma. Sesekali, biarkan si kecil menghabiskan waktu hanya dengan ayahnya agar mereka bisa memiliki waktu berdua saja. Misalnya, dengan meminta Papa membantu si kecil belajar main sepeda, menonton flm di bioskop, dan sebagainya.D

Author: Slamet